![]() | |
|
Dalam keheningan fajar, matahari terbangun, menjulurkan jemari emasnya melintasi cakrawala, menyapaku dengan tatapan hangat penuh janji.
Ia setia mengawasi dunia, seakan berbisik tentang awal yang baru.
Saat hari mulai lelah, matahari pun perlahan mundur, membungkuk anggun di balik bukit jauh, meninggalkan jejak jingga dan merah yang hening----sebuah perpisahan sunyi juga sebuah pengingat bahwa cahaya paling cemerlang pun butuh beristirahat.





0 Komentar