Ratusan Siswa Keracunan Usai Santap MBG, BGN dan Polisi Lakukan Investigasi

Sejumlah siswa dirawat sementara di ruang kelas usai diduga keracunan makanan dari Program MBG. (Sumber Foto: Kompas.com/Jody)

Depok, fahflows - Kasus keracunan massal akibat makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di sejumlah daerah. Data terbaru mencatat ratusan siswa di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan tersebut.

Iventigasi BGN dan Aparat

Melansir Liputan6.com, Badan Gizi Nasional (BGN) bersama kepolisian saat ini tengah melakukan investigasi terhadap operasionalisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Banggai Kepulauan. Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menyebut hasil investigasi akan segera dipublikasikan. 

"BGN menegaskan bahwa pihaknya fokus pada gerak cepat penanganan pasien, dengan koordinasi intensif bersama Kementerian Kesehatan, Badan Komunikasi Pemerintah, TNI, TNI AU, Kepolisian, dan pemda," ujarnya, Minggu (21/9/2025).

Kasus ini menambah daftar panjangn insiden serupa. Menurut laporan RS Trikora Salakan yang dikutip dari Kompas.com, jumlah korban di Banggai mencapai 251 pelajar dari berbagai sekolah. Sementara data BGN menyebut total siswa terdampak mencapai 335 orang, dengan puluhan di antaranya masih menjalani perawatan intensif.

Masalah di Lapangan

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan keracunan massal bukan kejadian yang disengaja, melainkan akibat kelalaian dalam penerapan standar operasional. "Beberapa kasus sering terjadi di SPPG baru yang menggandeng penyuplai tidak memenuhi kualifikasi," ucap Dadan, mengutip Liputan6.com. Ia juga menyoroti kasus belatung dalam menu MBG di beberapa daerah, yang disebutnya sebagai masalah teknis dalam pengolahan.

Kasus terbaru tidak hanya terjadi di Banggai. Kompas.com melaporkan, ratusan siswa di Garut, Jawa Barat, juga mengalami gejala serupa pada Kamis (18/9/2025). Sebanyak 194 siswa dari SD hingga SMA di Kecamatan Kadungora keracunan, 19 di antaranya harus menjalani perawatan intensif. Di Maluku, belasan siswa SD Negeri 19 Kota Tual juga sempat dilarikan ke rumah sakit setelah menyantap makanan MBG.

Desakan Evaluasi Program

Maraknya kasus ini memunculkan desakan evaluasi program. Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra, meminta pemerintah menghentikan sementara pelaksanaan MBG hingga instrumen pengawasan benar-benar berjalan. "PAI usul hentikan sementara, sampai benar-benar instrumen panduan dan pengawasan yang sudah dibuat BGN benar-benar dilaksanakan dengan baik," katanya, dilansir Kompas.com.

Senada, Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari, menilai MBG harus dibenahi secara menyeluruh. "Ini sudah wake up call, bagaimana bahwa ini harus bisa diperbaiki dengan secepat-cepatnya. Yang kita khawatirkan adalah accident di daerah-daerah terpencil yang fokusnya belum sebaik seperti di daerah perkotaan," ujarnya, dikutip dari ANTARA.

Tanggapan Pemerintah Pusat

Pemerintah pusat pun menyampaikan permintaan maaf. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyebut pemerintah bertanggung jawab atas terjadinya insiden berulang. "Kami atas nama pemerintah dan mewakili Badan Gizi Nasional, memohon maaf karena telah terjadi kembali beberapa kasus di beberapa daerah," kata Prasetyo di Kompleks Istana, Jumat (19/9/2025).

Hingga kini, investigasi BGN bersama kepolisian masih berlangsung. Pemerintah memastikan penguatan SPPG akan menjadi langkah utama untuk mencegah kasus serupa terulang di masa mendatang. 

Posting Komentar

0 Komentar