![]() |
Ilustrasi seseorang membaca berita melalui tablet. (Sumber Foto: Freepik) |
fahflows - Informasi bohong atau hoaks kini menjadi ancaman serius di era digital. Hoaks tidak hanya menyesatkan, tetapi juga dapat memicu kecemasan, permusuhan, hingga penipuan. Dengan laju informasi yang begitu cepat, hoaks menyebar jauh lebih cepat dibandingkan fakta.
Ciri dan Ancaman Hoaks
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hoaks adalah informasi bohong yang sengaja disebarkan untuk menipu. Yosep Adi Prasetyo, melansir dari website Dewan Pers, menyebut ciri pertama hoaks adalah menimbulkan kecemasan, permusuhan, dan kebencian di masyarakat. Hal ini bahkan bisa memicu perpecahan sosial jika tidak segera ditangkal.
Salah satu bentuk hoaks modern adalah deepfake, konten palsu berbasis kecerdasan artificial intelligence (AI) yang biasanya berupa video atau foto yang dimanipulasi. Data dari Sensity AI mencatat peningkatan konten deepfake sebesar 550% dalam lima tahun terakhir. Fenomena ini menunjukkan teknologi deepfake semakin masif dan berpotensi merugikan publik.
Ketua MAFINDO, Septiaji Eko Nugroho, menyebut deepfake pertama kali muncul di Indonesia pada 2023. Kini teknologi ini sering digunakan untuk penipuan digital serta manipulasi opini politik. Talkshow Urun Daya Tangkal Hoax dan Deepfake AI berlangsung di kantor RRI, Jakarta, Selasa (9/9/2025), membahas cara menghadapi fenomena ini.
Hoaks tidak hanya merugikan individu, tetapi juga masyarakat luas. Menurut Dewan Pers, dari 47 ribu media di Indonesia pada 2018, hanya 500 media cetak dan 168 media online yang terverifikasi. Sisanya rentan menjadi sumber informasi bohong, sehingga masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam menerima berita.
Strategi Menghadapi Hoaks
Warganet perlu kritis untuk menghindari jebakan hoaks. Verifikasi sumber informasi menjadi langkah pertama yang penting.
- Verifikasi Sumber Berita: Pastikan informasi berasal dari media terpercaya yang terverifikasi Dewan Pers. Media abal-abal sering menyebarkan hoaks dengan sumber tidak jelas. Langkah ini penting untuk keamanan informasi.
- Gunakan Alat Cek Fakta: MAFINDO (Masyarakat Antifitnah Indonesia) menyediakan layanan publik seperti:
- Lapor Hoax: Melaporkan hoaks agar bisa diinvestigasi tim MAFINDO.
- Anti-Hoax Search Engine (ASE): search.turnbackhoax.id untuk mencari informasi yang telah diverifikasi.
- Hoax Buster Tools (HBT): aplikasi smartphone Android yang membantu masyarakat memverifikasi informasi dengan mudah.
- Yudistira - Anti-Hoax Engine: mendukung CekFakta.com, WHB, dan lainnya.
- Waspadai Judul Sensasional dan Bandingkan Sumber: Hindari berita dengan judul memancing emosi atau menyalahgunakan tokoh. Cek ulang informasi dari beberapa media kredibel sebelum menyebarkan.
- Edukasi Diri: Ikuti pelatihan literasi digital, seperti lokakarya MAFINDO, untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan ketajaman dalam menilai informasi.
Peran Media dan Pemerintah
Media online memiliki tanggung jawab besar untuk menyajikan informasi akurat. Imam Wahyudi dari Dewan Pers menegaskan media harus bekerja profesional dan independen. “Pers adalah bagian dari elemen masyarakat yang merupakan kebaikan dan harus bersatu, bahu-membahu membantu pemerintah dalam pencegahan terorisme,” ujarnya.
MAFINDO adalah komunitas anti-hoaks dengan 95 ribu anggota daring dan lebih dari 1.000 relawan. Mereka aktif memerangi hoaks melalui cek fakta, kampanye literasi digital, dan pengembangan teknologi. MAFINDO juga mengembangkan aplikasi seperti Hoax Buster Tools, Yudistira, dan Kalimasada.
Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, mendorong platform global seperti Google dan Meta menyediakan fitur cek konten AI gratis. Pemerintah juga menyiapkan regulasi AI etis untuk mencegah penyalahgunaan teknologi. Langkah ini membuat masyarakat lebih terlindungi dari manipulasi digital.
Penguatan Literasi Digital
Literasi digital menjadi kunci melawan hoaks. MAFINDO, tersertifikasi oleh International Fact-Checking Network (IFCN), bekerja sama dengan Google, Facebook, WHO, dan UNICEF dalam kampanye daring, pelatihan cek fakta, serta talkshow di ruang publik seperti Car Free Day. Kegiatan ini membantu masyarakat memahami pentingnya verifikasi informasi.
Septiaji Eko Nugroho menegaskan, “Jika ada video hoaks di 2025, mayoritas adalah deepfake.” Kolaborasi pemerintah, media, dan komunitas seperti MAFINDO sangat penting untuk menjaga ekosistem digital yang sehat dan aman bagi seluruh warga.
Kesadaran Digital Warganet
Hoaks adalah ancaman bersama, tetapi solusinya ada di tangan kita. Warganet dapat menciptakan ruang digital lebih aman dengan memverifikasi sumber, menggunakan alat cek fakta, dan meningkatkan literasi digital. Mulai dari diri sendiri: cek fakta sebelum berbagi, laporkan hoaks, dan sebarkan kesadaran literasi digital. Bersama, kita bisa melawan informasi bohong.

0 Komentar