Kolaborasi Politeknik Menguat, PNJ Jadi Tuan Rumah

Forum Wakil Direktur Kerja Sama Politeknik Se-Indonesia. (Foto: Aliyyah Fayyaza Zulthany)

Kerja sama di dunia vokasi tak sekadar membuka peluang, tetapi menciptakan jalan panjang menuju pendidikan yang relevan dan adaptif. Dari sinilah politeknik terus menanam harapan: lewat kolaborasi, mutu pun dikuatkan.

Depok, fahflows - Menjalin kerja sama bukan sekadar menambah mitra, melainkan juga memperkuat kualitas pendidikan. Semangat inilah yang terus dihidupi oleh Badan Koordinasi Kerja Sama Politeknik Se-Indonesia (Bakokerma). Forum ini menjadi ruang kolaborasi antar-Wakil Direktur IV dari berbagai politeknik di Indonesia guna memperkuat sinergi dan memperluas jangkauan kemitraan, baik nasional maupun internasional.

Prof. Ratih Indri Hapsari, M.T., Ph.D., Wakil Direktur Bidang Kerja Sama Politeknik Negeri Malang (Polinema) sekaligus Ketua Badan Koordinasi Wakil Direktur Kerja Sama Politeknik dan Akademi Komunitas Negeri se-Indonesia, menjelaskan bahwa Bakokerma terbentuk dari kebutuhan untuk menyampaikan aspirasi ke kementerian serta memperkuat koordinasi antar-politeknik. Forum ini bersifat non-formal dan bertindak sebagai komunitas komunikasi antar-Wakil Direktur IV. Aktivitas Bakokerma telah berlangsung aktif sejak awal 2000-an, seiring otonomi yang mulai dijalankan oleh politeknik.

Setiap tahunnya, Bakokerma mengadakan dua kali rapat koordinasi dan dua kegiatan kemitraan, dengan sistem tuan rumah bergilir. Seluruh fasilitas kegiatan disiapkan oleh politeknik penyelenggara dengan konsep berbagi sumber daya.

PNJ Tuan Rumah

Salah satu agenda terbaru berlangsung di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) pada Senin, 26 Mei 2025. Rapat itu dihadiri oleh 32 dari 44 peserta. Beberapa hadir secara daring karena jadwal yang bentrok, namun kehadiran secara keseluruhan dinilai tetap tinggi.

Menurut Prof. Ratih, kerja sama yang dibangun seharusnya tidak berhenti pada seremoni. Ia melihat bahwa dampak paling penting dari kerja sama adalah peningkatan kualitas lulusan—dari kurikulum yang lebih relevan, penguatan soft skill, hingga perluasan akses magang yang didukung dunia industri. Mitra pun didorong untuk memberikan kontribusi lebih jauh, seperti masukan terhadap kurikulum atau penyediaan tempat praktik kerja.

“Sebagian besar politeknik, termasuk PNJ, sudah punya visi menjadi perguruan tinggi vokasi unggul berskala global. Jadi, kita perlu terus mendorong politeknik lain untuk terbuka terhadap kerja sama internasional. Apalagi ini juga jadi tuntutan akreditasi. Jadi bukan cuman dalam negeri, tapi juga luar negeri,” tegas Ratih.

Kerja sama internasional menjadi hal yang terus dikembangkan oleh Bakokerma. Selain berdampak pada kualitas lulusan, kerja sama ini juga mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 6 dari Kementerian Pendidikan, yakni kerja sama dengan mitra luar negeri. Tercapainya IKU 6 menandakan institusi telah berperan aktif dalam kerja sama global, yang secara tidak langsung juga meningkatkan performa institusi secara keseluruhan.

Bakokerma juga telah menyiapkan sejumlah agenda ke depan. Di antaranya adalah program pengabdian masyarakat internasional di Indonesia yang akan melibatkan mitra luar negeri. Selain itu, dirancang pula forum kerja sama bertema penelitian yang dikemas dalam diskusi seperti Focus Group Discussion (FGD), agar hasilnya tidak berhenti sebagai wacana semata, tetapi bisa diterapkan secara konkret.

Komitmen Bersama

Di sisi lain, Rika Novita Wardhani, S.T., M.T., Wakil Direktur Bidang Kerja Sama PNJ, menjelaskan bahwa PNJ telah menjalin ribuan kerja sama dengan mitra dalam dan luar negeri.

“Salah satunya, kemarin ada IISMA. Sekarang juga ada program pendidikan seperti 2+2, 2+1 dengan kampus dari Taiwan, China, Malaysia, dan lainnya,” ujar Rika.

Menurutnya, keberlanjutan kerja sama sangat bergantung pada komitmen kedua belah pihak. Ia menegaskan bahwa kerja sama yang sudah dijalankan harus dirawat dengan baik. Apa pun yang sudah dituangkan dalam perjanjian perlu dipantau, termasuk memastikan action plan-nya berjalan sesuai rencana.

Baik Polinema maupun PNJ saat ini telah mencapai 100 persen pada IKU 6, yang menunjukkan bahwa upaya kerja sama mereka benar-benar berdampak. Ini sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi yang terjalin tidak sekadar menjadi formalitas, tetapi menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan vokasi.

Bakokerma bukan hanya sekadar forum koordinasi, tetapi juga wajah dari semangat kolektif politeknik negeri dalam menciptakan perubahan. Dari ruang rapat hingga ke ruang praktik, dari politeknik lokal hingga mitra global, kerja sama terus dijalankan sebagai fondasi untuk mencetak lulusan yang siap kerja sekaligus siap beradaptasi di masa depan.


Reporter: Calista Adinda Luckyta
Penulis: Afifah Fauziyyah
Fotografer: Aliyyah Fayyaza Zulthany

Posting Komentar

0 Komentar