Ilustrasi seorang anak mencuci tangan sebagai langkah sederhana mencegah cacingan. (Sumber Foto: Unsplash)

Depok, fahflows - Penyakit cacingan kerap dipandang remeh, padahal menjadi masalah kesehatan nyata di Indonesia. Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama, dalam keterangan pers yang dikutip Tempo (17/9/2025), menyebutkan tiga persoalan utama: rendahnya kepedulian masyarakat, kaitannya dengan gizi anak, dan terbatasnya layanan rumah sakit.

Menurut Tjandra, kasus cacingan tidak hanya ditemukan di Bengkulu, tetapi juga bisa terjadi di berbagai daerah. Ia menekankan bahwa penyakit ini sering dianggap sebagai "penyakit tropis terabaikan" karena kurang mendapat perhatian.

Penyebab Cacingan

Mengutip Alodokter, penyebab utama cacingan adalah kebersihan pribadi dan lingkungan yang kurang terjaga. Parasit bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Beberapa jenis cacing yang umum menginfeksi tubuh manusia antara lain:

  1. Cacing pita - Berbentuk pipih menyerupai pita dengan segmen tubuh. Bisa hidup hingga puluhan tahun dan masuk melalui makanan mentah atau minuman yang terkontaminasi, termasuk daging dan ikan yang tidak matang sempurna.
  2. Cacing tambang - Larvanya bisa menembus kulit, misalnya lewat telapak kaki tanpa alas, atau masuk melalui makanan yang kotor. Infeksi ini banyak terjadi di wilayah tropis dengan sanitasi buruk.
  3. Cacing kremi - Sering menyerang anak usia sekolah. Penularannya melalui tangan kotor, makanan, atau benda yang terkontaminasi telur cacing.
  4. Cacing gelang - Berukuran cukup besar, bisa mencapai lebih dari 30 cm. Telurnya menetas di usus lalu menyebar ke organ tubuh lain, seperti paru-paru atau empedu.

Untuk mengatasi infeksi, dokter biasanya meresepkan obat cacing tidak hanya kepada pasien, tetapi juga anggota keluarga untuk mencegah penularan ulang. Pada kasus tertentu, pasien bisa diberi suplemen zat besi atau bahkan perlu menjalani operasi bila terjadi penyumbatan.

Pencegahan Cacingan

Masih dari Alodokter, pencegahan cacingan dapat dilakukan dengan langkah sederhana, seperti:

  • Rajin mencuci tangan, terutama sebelum makan, setelah buang air besar, dan setelah memegang hewan.
  • Memasak daging, ikan, serta makanan lain hingga benar-benar matang.
  • Membersihkan buah dan sayuran sebelum dikonsumsi.
  • Memberi obat cacing secara rutin pada hewan peliharaan.
  • Menggunakan alas kaki, menjaga kebersihan kuku, dan menghindari kebiasaan menggigit kuku.

Bagi yang sudah terinfeksi, beberapa langkah tambahan juga penting, seperti mencuci area anus di pagi hari, mengganti pakaian dalam dan sprei setiap hari, serta mencuci perlengkapan tidur dengan air panas agar telur cacing tidak menular kembali.

"Kecacingan tentu bukan hanya persoalan satu atau dua kasus saja, tetapi memperlihatkan masalah dan tantangan bagi kesehatan bangsa kita," kata Tjandra seperti dikutip Tempo. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar penyakit ini tidak lagi diremehkan.